Langsung ke konten utama

Negara : Arab Saudi

      Tulisan ini saya buat pada 21 Juni 2015.   

        A.Profil Singkat
                        Negara Arab Saudi yang ber-ibukota Riyadh secara geografis termasuk kedalam kawasan arab inti dalam sub regionalisme di Timur Tengah. Arab saudi (al-Mamlakah al-‘Arabiyah as-Su’udiyah) adalah sebuah negara yang namanya berasal dari nama keluarga Raja Abdul Aziz as Sa’ud,Penguasa Arab Saudi. Negara ini terkenal sebagai negara kelahiran Nabi Muhammad SAW, serta tumbuh dan berkembangnya agama Islam,sehingga pada benderanya terdapat dua kalimat syahadat yang berarti “Tidak ada Tuhan (yang pantas) untuk disembah melainkan Allah ; dan Nabi Muhammad adalah utusannya”.  Arab Saudi merupakan salah satu negara di Timur Tengah dengan sistem politik monarki absolut,namun pada tahun 2005 mulai dilakukan reformasi dengan diselenggarakannya pemilu meski hanya untuk dewan kota. Arab Saudi berdiri pada tanggal 23 sepetember 1932,ketika Abdul Aziz bin Abdurrahman as-Sa’ud atau biasa dikenal dengan sebutan Ibnu Saud memproklamasikan berdirinya kerajaan Arab saudi.

      B.Aspek Geografis


Wilayah Arab Saudi mencakup sebagian besar Jazirah Arabia dan  luasnya lebih dari tiga kali luas Texas, yakni 2.149.690 km persegi dan terdiri dari 13 provinsi (Bahah, Hududusy, Syamaliyah, Jauf,Madinah,Qasim,Riyadh,Syarqiyah  (Provinsi Timur), 'Asir,Ha'il,Jizan,Makkah,Najran dan Tabuk. Arab Saudi merupakan  negara dengan banyak hal yang kontras,dengan dataran pantai,gunung tinggi,beberapa pertanian  yang subur,dan padang pasir tandus yang luas.Disebelah barat,yang terbentang sekitar 1.600 km di sepanjang laut merah,terdapat suatu dataran pantai yang sempit,Tihama.Dari dataran ini tiba-tiba muncul  gunung-gunung yang tinggi dengan ketinggian berkisar antara  1.200 smpai 3.650 m. Daerah bagian barat arab saudi meliputi hejaz (atau hijaz), yakni daerah pesisir barat semenanjung arab yang didalamnya terdapat kota-kota diantara adalah Mekkah,Madinah dan Jeddah.Kemudian ada daerah asir ; daerah tengahnya disebut Najd (Nejd) ; yakni daerah daerah gurun sampai pesisir timur semenanjung arabia dan daerah timur dikenal sebagai Provinsi Timur .   
Ketika musim panas,cuaca menjadi panas dan kering dengan suhu yang meningkat sampai lebih 38◦C  dan pada malam hari  suhu tersebut turun dengan tajam. Arab saudi berbatasan dengan Mesir,Yordania,Kuwait,Teluk Persia,Bahrain,Qatar,Uni Emirat Arab, Oman,Laut Arabia,Yaman dan Laut Merah.

C.   Aspek Demografis
Menurut CIA Factbook, etnis di Arab Saudi terdiri dari  90% Arab dan 10% Afro-Asia. mayoritas penduduk Arab Saudi beragama Muslim yang terdiri dari 85-90% muslim Sunni dan 10-15% muslim Syiah, lainnya (termasuk Ortodoks Timur, Protestan, Katolik Roma, Yahudi, Hindu, Budha, dan Sikh) dengan jumlah keseluruhan polpulasi Arab Saudi 27.345.986 . Di daerah-daerah industri di Arab Saudi juga banyak dijumpai penduduk dari negara-negara lain sebagai kontraktor dan pekerja asing (ekspatriat).
Jumlah urbanisasi di Arab Saudi yakni 82.3% dari total populasi dengan area umum urbanisasi yakni Riyadh 4.725 juta orang ; Jeddah 3.234 juta orang; Mecca 1.484 juta orang dan Medina 1.104 juta orang . Bahasa Arab adalah bahasa resmi dan Islam adalah agama negara.[4]

D.   Aspek Ideologi
Menurut aspek ideologi,Arab Saudi dalam sejarahnya telah menggunakan paham Islam aliran Wahabi dan Salafi  yang digunakan dalam segala aspek kehidupan di Arab Saudi. Doktrin utama dari Wahabi adalah Tauhid,Keesaan dan Kesatuan Allah.  Hal ini bermula pada abad ke-18,seorang pembaharu agama,Muhammad ibnu al-Wahhab,mengadakan suatu gerakan untuk memurnikan Islam dan ingin mengembalikannya ke bentuk semula.Dengan bantuan para pangeran keluarga Saudi,gerakan ini segera tersebar ke sebagian besar wilayah Arab.Penguasa Bani Usmnani yang mengkhawatirkan kelestarian kekuasaannya di Mekah,mengirimkan pasukan untuk menghancurkan orang-orang Saudi itu.Walaupun pihak Saudi untuk sementara ditaklukan pada tahun 1818,mereka dan sekutu pembaharu agama mereka berjalan terus. Pada tahun 1902,Abd al-aziz Ibnu Saud (sering disebut “ibnu saud”) merebut kembali ibukota keluarga tersebut,Riyadh. Raja Abdul al-aziz mendirikan Arab Saudi modern.Ia mengusir Bani Usmani dari daerah timur,menaklukan Hejaz dan Asir,dan pada tahun 1926 menguasai lebih dari tiga perempat Jazirah Arabia. Daerah-daerah ini dipersatukan pada tahun 1932 dan nama “Kerajaan Arab Saudi” diberikan kepada negara baru ini.setelah kematian Ibnu Saud pada tahun 1953,ia digantikan oleh empat putranya-Saud (1953),Faisal (1964),Khalid (1975) dan Fahd (1982).[5]


Hingga kini,faham konservatif ini masih tetap digunakan di Arab Saudi,dimana dapat terlihat dengan panjangnya daftar larangan di Arab Saudi,mulai dari tidak adanya Musium, bioskop, teater, pameran mode atau perayaan umum.
Bahkan Perempuan tidak boleh menyetir mobil  dan tidak boleh meninggalkan rumah sendirian. Pemisahan antara jenis kelamin menguasai kehidupan umum[6].



E.  Aspek   Identitas :  Ashabiyah, Wathaniyah, Qaummiyah, Ummah

Ashabiyah 
Ashabiyah adalah faham untuk lebih mengutamakan kesetiaan terhadap keluarga tertentu. Sesuai dengan sejarah dan nama dari Arab Saudi.Hal ini dapat terlihat dari kepemimpinan keluarga Saud di Arab Saudi dan menjadi keluarga utama di Arab Saudi.Dengan berlandaskan paham Wahabi,keturunan-keturunan dari Bani Saud memimpin dan memiliki kekuasan yang sangat besar di negara ini.
     
Wathanniyah
Wathanniyah adalah kesetiaan terhadap negara-bangsa (nation-state) tertentu. Ekspresi semangat Wathaniyah Arab Saudi dapat terlihat dari  intervensi Arab Saudi di Yaman pada tahun 2009 dan kembali mengintervensi Yaman tahun 2015 dengan alasan serangan atas kelompok pemberontak Syiah Houthi untuk membela pemerintahan yang sah yang dipimpin Presiden Mansour Hadi[7]. Tindakan Arab Saudi menyerang Yaman ini mendapat kecaman dari berbagai pihak seperti Iran dan PBB,namun sebaliknya mendapat dukungan dari sekutunya Amerika.

Qaummiyah
Qaummiyah adalah kesetiaan terhadap sesama suku.Qaummiyah di Arab Saudi dapat dilihat dimana Arab Saudi termasuk dalam negara-negara pendiri Liga Arab yang berdiri sejak  22 Maret 1945.Tujuan dari Liga Arab ini ialah untuk mempererat persahabatan Bangsa Arab,memerdekakan negara di kawasan Arab yang masih terjajah,mencegah berdirinya negara Yahudi di daerah Palestina dan membentuk kerjasama dalam bidang politik,militer dan ekonomi[8]

     

Ummah
Ummah adalah kesetiaan terhadap sesama pemeluk agama tertentu tanpa membedakan asal muasal keluarga,kesukuan dan negara bangsa. Praktek dari Ummah di Arab Saudi ialah dukungan Arab Saudi terhadap kemerdekaan Palestina dengan memberikan bantuan aktiv pada perang Arab-Israel 1967. Dukungan ini berlandaskan persamaan agama yakni Islam.


F.      Potensi Krisis  (Legalitas, Ekualitas dan Kontinuitas)
Pemerintahan di  Arab Saudi yang otoriter banyak menuai kecaman dari luar negeri maupun dalam negeri.Namun secara garis besar, peran negara yang begitu besar dan posisinya sebagai negara pengekspor minyak terbesar membuat Arab Saudi bisa dikatakan termasuk dalam negara yang cukup stabil di Timur Tengah.
a.   Krisis Legalitas                                                                                                                                          Kepemimpinan raja Arab Saudi dari keluarga Saud hingga saat ini bisa dikatakan masih begitu kuat jika dibanding dengan kepemimpinan di negara-negara Timur tengah lainnya yang cenderung mudahberganti pasca Arab Spring. Namun, rakyat Arab Saudi sendiri menuntut diberlakukannya reformasi pemerintahan. Pemerintah dinilai tidak transparan, korupsi terjadi tidak hanya dilakukan oleh keluarga kerajaan tapi juga oleh seluruh lapisan birokrasi pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya tingkat kekecewaan rakyat Arab Saudi terhadap pemerintah yang ditujudkan dalam bentuk aksi demonstrasi hingga aksi bom bunuh diri yang mengancam keamanan warga asing dan yang terpenting mengancam keamanan dan terror bagi warga Arab Saudi sendiri. Disamping itu, Tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi yang semakin menurun dan ditambah dengan angka pengangguran yang tinggi semakin membuat rakyat Arab Saudi mendesak para pemimpin untuk melakukan perubahan di Arab Saud[9].

Pada tahun 2005,dibawah kepemimpinan Raja Abdullah Bin Abdul Aziz,Arab Saudi banyak melakukan perubahan seperti ; Melakukan pemilihan umum meski hanya untuk dewan kota,namun di Arab Saudi tetap tidak ada partai politik yang bertindak sebagai oposisi dan yang kedua ialah dibentuknya Komisi Perlindungan Hak Asasi Manusia,tetapi belum dapat menjamin hak-hak asasi rakyat Arab Saudi sehingga reformasi belum dapat terjadi dikarenakan kekuasaan pemerintah yang begitu kuat.[10]


   b.  Krisis Ekualitas
Arab Saudi menempati posisi pertama eksportir terbesar minyak bumi dan memainkan peran utama dalam OPEC.,dimana sektor minyak menyumbang 45 % dari pendapatan negara, 45% dari PDRB dan 90% dari penghasilan ekspor[11]. Namun tingkat pengangguran di negara ini cukup besar dimana pada tahun 2012 terdapat 10,7%  pengangguran yang disebabkan kurangnya pendidikan dan  ketrampilan teknis yang dibutuhkan oleh sektor swasta[12]. Secara keseluruhan,kesenjangan dalam  hal tingkat perekonomian dalam negeri tidak begitu besar dimana pemerintah Arab Saudi dengan gencar memberikan pengeluaran yang cukup besar untuk pelatihan dan pendidikan  guna meningkatakan perekonomian bagi masyarakat Arab Saudi. Kemudian  terkait kesempatan berpolitik  antar warga negara yang masih belum terealisasi dikarenakan sistem pemerintahan yang otoriter  tidak lantas  membuat stabilitas politik Arab Saudi terganggu.


 C.Krisis Kontinuitas
Krisis Kontinuitas adalah kondisi saat sebuah Negara rawan dijatuhkan atau digulingkan dengan cara-cara yang tidak demokratis,seperti pemberontakan, kudeta dan revolusi atau oleh pengaruh Luar Negeri seperti Intervensi dan campur tangan asing. Dalam perspektif ini,Arab Saudi bisa dikatakan masih dalam kondisi yang cukup aman mengingat kekuasaan dan pengaruh pemerintah yang masih begitu kuat.Alasan lain ialah aliansi yang cukup solid dengan Amerika Serikat yang dapat menjaga eksistensi para pemimpin Arab Saudi,baik di dalam negeri maupun dikawasan Timur Tengah sehingga akan sulit mendapatkan  intervensi dari negara lain.





[1] (Jatmika, 2014)
[3] (2000). Negara dan Bangsa . Dalam I. Grolier International, Asia Jilid 3 (hal. 29). Jakarta: PT.Widyadara.
[4] (2000). Negara dan Bangsa. Dalam I. Grolier International, Asia Jilid 3 (hal. 30). Jakarta: PT.Widyadara. 
[5] (2000). Negara dan Bangsa. Dalam I. Grolier International, Asia Jilid 3 (hal. 34). Jakarta: PT.Widyadara.
[8] (Jatmika, 2014)
[9] http://repository.upnyk.ac.id/1633/
[11] (Nurzaman, 2008)
[12] (Jeddah, 2013)


Referensi


(2000). Negara dan Bangsa. Dalam I. Grolier International, Asia Jilid 3 (hal. 34). Jakarta: PT.Widyadara.
(2000). Negara dan Bangsa . Dalam I. Grolier International, Asia Jilid 3 (hal. 29). Jakarta: PT.Widyadara.
Jatmika, S. (2014). Pengantar Studi Kawasan Timur Tengah. Yogyakarta: Maharsa Publishing House .
Jeddah, I. (2013). Market Brief. Jeddah: Kementrian Perdagangan Republik Indonesia.
Nurzaman, S. S. (2008). TEORI BASIS EKSPOR MASA KINI DI ARAB SAUDI. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota,, 63.

http://repository.upnyk.ac.id/1633/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“THE FOREST THAT REMEMBERED”

A story born from silence,about power that marries itself into stronger power,governments that trade family ties for influence,and the forests and creatures that pay the price.This is my reflection on how human ambition can drown elephants, displace tigers, and reshape entire landscapes.Because when power becomes a family business,nature becomes collateral damage.    Chapter 1: Origins of Power This chapter introduces the roots of strategic political marriages through the lens of International Relations theory. Using Realism, humans are portrayed like Panthera tigris (tiger), competing for dominance and survival. Chapter 2: Ego and Conflict Inspired by the user’s idea of human egoism, this chapter uses Liberalism to explore how cooperation often fails. Just like Elephas maximus (Asian elephant) fights for territory, humans struggle for influence. Chapter 3: Nature as Diplomacy Using scientific names such as Elaeis guineensis (oil palm) and Pongo abelii (Sumatran oran...

Biografi

Biografi Umar bin Khattab RA Umar Ibn Al Khathtab yang memiliki nama lengkap Umar bin Khathtab  adalah khalifah ke dua yang diangkat setelah kematian khalifah pertama Abu Bakar Ash Shiddiq RA. Umar berasal dari Kabilah bani ‘Adi ,salah satu suku cabang bani Quraisy dan merupakan salah satu kabillah yang cukup terpandang dan disegani. Ayahnya, al-Khattab bin Nufail bin Abdul-Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurt bin Razah bin Adi bin Ka'b. Adi ini saudara Murrah, kakek Nabi yang kedelapan. Ibunya, Hantamah binti Hasyim bin al Mugirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum.Umar lahir di Mekkah kira-kira pada tahun 577 Masehi dan wafat pada bulan Muharam tahun 24 Hijriah (644 Masehi)  akibat dari tikaman Abu Lu’lu’ah ketika beliau sedang menunaikan shalat subuh. Umar mulai memangku jabatan kepala negara dan kepala pemerintahan pada usia sekitar 57 tahun dan memerintah selama 10 tahun yaitu dari tahun 634 sampai dengan 644 Masehi atau dari tahun 13 sampai dengan 25 Hijriah.Um...

7 Instrumen Diplomasi

7 Instrumen Diplomasi    Sebagai alumni Hubungan Internasional meskipun pekerjaan saya saat ini tidak sepenuhnya berada di bidang yang sama saya merasa ilmu ini tetap sangat bermanfaat, terutama dalam hal komunikasi dan interaksi, baik di dunia kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, melalui tulisan ini saya ingin berbagi mengenai tujuh instrumen yang digunakan dalam praktik diplomasi. 1.     Soft Diplomacy/Soft Power      Pendekatan halus untuk mempengaruhi pihak lain melalui budaya,nilai,dan interaksi social. ·      Cultural Diplomacy - pertukaran budaya,seni,music,tarian,bahasa. ·        Gastonomy Diplomacy (Culinary Diplomacy) - mengundang makan,jamuan,menunjukan identitas Negara lewat makanan. ·         Education Diplomacy   -  Beasiswa,pertukaran pelajar. ·       Sport Diplomacy  -  Pertandingan olahraga bersama. ...