Langsung ke konten utama

Biografi



Biografi Umar bin Khattab RA

Umar Ibn Al Khathtab yang memiliki nama lengkap Umar bin Khathtab  adalah khalifah ke dua yang diangkat setelah kematian khalifah pertama Abu Bakar Ash Shiddiq RA. Umar berasal dari Kabilah bani ‘Adi ,salah satu suku cabang bani Quraisy dan merupakan salah satu kabillah yang cukup terpandang dan disegani. Ayahnya, al-Khattab bin Nufail bin Abdul-Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurt bin Razah bin Adi bin Ka'b. Adi ini saudara Murrah, kakek Nabi yang kedelapan. Ibunya, Hantamah binti Hasyim bin al Mugirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum.Umar lahir di Mekkah kira-kira pada tahun 577 Masehi dan wafat pada bulan Muharam tahun 24 Hijriah (644 Masehi)  akibat dari tikaman Abu Lu’lu’ah ketika beliau sedang menunaikan shalat subuh.
Umar mulai memangku jabatan kepala negara dan kepala pemerintahan pada usia sekitar 57 tahun dan memerintah selama 10 tahun yaitu dari tahun 634 sampai dengan 644 Masehi atau dari tahun 13 sampai dengan 25 Hijriah.Umar  diangkat sebagai khalifah melalui proses musyawarah umat muslim yang diinisiasi  khalifah pertama Abu Bakar sebelum beliau wafat.Proses pengumpulan pendapat itu berlangsung selama tiga bulan. Ketika Abu Bakar telah selesai meminta pendapat kaum Muslim dan ia akhirnya mengetahui pendapat mayoritas kaum Muslim, maka Abu Bakar menunjuk Umar sebagai khalifah dan ketika Abu Bakar wafat, Umar disahkan sebagai khalifah melalui baiat yang dilakukan oleh kaum muslim saat itu.
Umar bin Khattab dikenal Sebagai seorang khalifah yang sangat dekat dengan rakyatnya, cenderung selalu mengutamakan musyawarah,pribadinya yang sering disebut-sebut sebagai teladan karena ketegasannya, keadilannya yang benar-benar tanpa pandang bulu dan sikapnya yang sangat anti kolusi dan nepotisme. Semua itu dibuktikan dalam perbuatan. Salah seorang anaknya sendiri, karena melakukan suatu pelanggaran dijatuhi hukum cambuk dan dipenjarakan, yang akhirnya mati dalam penjara. Umar tidak ingin mengangkat pejabat yang tidak mengenal amanat,tetapi karena hanya ambisinya ingin menduduki jabatan itu. Dia juga yang memelopori setiap pejabat yang diangkat terlebih dulu harus diperiksa kekayaan pribadinya, begitu juga sesudah selesai tugasnya.
Pada masa kepemimpinan Umar,wilayah kekuasaan islam sudah meliputi ga  jazirah arabia,palestina,syria,sebagian besar wilayah persia dan mesir.Dikarenakan perluasan daerah yang terjadi dengan cepat,Umar segera mengatur administrasi negara dengan mencontoh administrasi yang sudah berkembang terutama di Persia.Administrasi pemerintah diatur menjadi delapan wilayah provinsi : Makkah ,Madinah   ,Syria, Jazirah, Basrah, Kufah, Palestina dan Mesir. Pada masa pemerintahan Umar mulai diatur dan diterbitkan sistem pembayaran gaji dan pajak tanah.Pengadilan didirikan dalam rangka memisahkan lembaga yudikatif dan lembaga eksekutif.Untuk menjaga keamanan dan ketertiban,jawatan kepolisian dibentuk.Demikian pula jawatan pekerjaan umum.Umar juga mendirikan Bait al-Mal,menempa mata uang dan menciptakan tahun hijriah.
Sebagaimana Rasulullah SAW DAN Abu Bakar,khalifah umar juga sangat condong menanamkan semangat demokrasi secara intensif dikalangan rakyat,dikalangan para pemuka masyarakat,dan dikalangan para pejabat dan para administrator pemerintah.Ia selalu mengadakan musyawarah dengan rakyat untuk memecahkan masalah-masalah umum dan kenegaraan yang dihadapi.Ia tidak bertindak sewenang-wenang dan memutuskan suatu urusan tanpa mengikutsertakan warga negara,baik warga negara muslim maupun warga negara non-muslim



Referensi 

  1. Muhammad Husain Haekal (Penerjemah Ali Audah), UMAR bin KHATTAB, Bogor, Pustaka Litera AntarNusa,  2002
  2. Dr.H.Inu Kencana Syafiie,M.Si, Ilmu Politik ,Jakarta, Rineka Cipta, 2010, hal.250
  3. Hizbut Tahrir Indonesia (Penerjemah Yahya A.R), Ajhizah ad-Dawlah al-Khilâfah (Struktur Negara Khalifah), Jakarta, HTI-Press, 2006 , hal.46
  4. Dr.Badri Yatim,M.A., Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah II, Jakarta, Rajawali Pers, 2014, hal.37-38
  5. Dedi Supriyadi,M.Ag., Sejarah Peradaban Islam, Bandung, CV Pustaka Setia, 2008, hal.82

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“THE FOREST THAT REMEMBERED”

A story born from silence,about power that marries itself into stronger power,governments that trade family ties for influence,and the forests and creatures that pay the price.This is my reflection on how human ambition can drown elephants, displace tigers, and reshape entire landscapes.Because when power becomes a family business,nature becomes collateral damage.    Chapter 1: Origins of Power This chapter introduces the roots of strategic political marriages through the lens of International Relations theory. Using Realism, humans are portrayed like Panthera tigris (tiger), competing for dominance and survival. Chapter 2: Ego and Conflict Inspired by the user’s idea of human egoism, this chapter uses Liberalism to explore how cooperation often fails. Just like Elephas maximus (Asian elephant) fights for territory, humans struggle for influence. Chapter 3: Nature as Diplomacy Using scientific names such as Elaeis guineensis (oil palm) and Pongo abelii (Sumatran oran...

7 Instrumen Diplomasi

7 Instrumen Diplomasi    Sebagai alumni Hubungan Internasional meskipun pekerjaan saya saat ini tidak sepenuhnya berada di bidang yang sama saya merasa ilmu ini tetap sangat bermanfaat, terutama dalam hal komunikasi dan interaksi, baik di dunia kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, melalui tulisan ini saya ingin berbagi mengenai tujuh instrumen yang digunakan dalam praktik diplomasi. 1.     Soft Diplomacy/Soft Power      Pendekatan halus untuk mempengaruhi pihak lain melalui budaya,nilai,dan interaksi social. ·      Cultural Diplomacy - pertukaran budaya,seni,music,tarian,bahasa. ·        Gastonomy Diplomacy (Culinary Diplomacy) - mengundang makan,jamuan,menunjukan identitas Negara lewat makanan. ·         Education Diplomacy   -  Beasiswa,pertukaran pelajar. ·       Sport Diplomacy  -  Pertandingan olahraga bersama. ...