Langsung ke konten utama

DAMPAK PERJANJIAN NUKLIR IRAN BAGI NEGARA-NEGARA DI DUNIA

        Walaupun  isu mengenai penjanjian nuklir Iran sudah mulai redup,namun kali ini saya mau coba menganalisis mengenai dampak perjanjian Nuklir Iran.Apakah ini hanya berdampak pada negara-negara timur tengah atau lebih? berikut penjelasannya :)
          
Kesepakatan yang telah terjadi antara Iran dan kelompok P5+1 yg mana terdiri dari dewan keamanan PBB (AS,Prancis,Rusia,Inggris dan China) beserta Jerman pada minggu 24 November lalu ternyata tidak hanya berdampak bagi Iran namun juga terhadap negara-negara didunia terlebih untuk negara-negara yang berada di timur tengah.
              Seperti yang telah diketahui bahwa selama ini selalu tidak adanya titik temu jika isu yang dibahas adalah mengenai nuklir Iran dimana banyak Negara seperti AS dan Prancis mengklaim bahwa program nuklir Iran sangat membahayakan keamanan dunia.Disisi lain Iran ingin diakui secara legal mengenai hak Iran untuk pengembangan nuklir  dan menolak pemberhentian pengayaan nuklir dengan alasan penggunaan nuklir untuk tujuan damai.Imbasnya AS dan Uni Eropa memberikan sanksi ekonomi terhadap Iran yang telah memorakporandakan ekonomi Iran selama 8 tahun ini.Respon yang diberikan masyarakat internasional mengenai keberhasilan perjanjian ini cukup beragam,ada yang mengatakan bahwa perjanjian ini memberikan pengaruh positif pada perkembangan situasi internasional (V.Putin) dan ada juga yang menentang perjanjian ini dengan mengatakan bahwa  perjanjian ini adalah perjanjian yang sangat buruk dikarenakan lebih menguntungkan Iran dan juga karena mesin pembuat serta pengayaan Iran tidak dimusnahkan (Benjamin Netanyahu).Terlepas dari itu,perjanjian ini memiliki dampak bagi negara-negara didunia,antara lain ;

Bagi  Kawasan Timur Tengah

Dampak perjanjian ini bagi Iran sendiri adalah Iran mendapatkan bantuan sanksi sebesar US$ 7 miliar di bawah kesepakatan persyaratan soal nuklir selama enam bulan,membatasi pengayaan uraniumnya sebanyak 5% dan Iran akan memperbolehkan pengawas nuklir IAEA untuk melakukan inspeksi di Fordow dan Natanz.Dengan disepakatinya perjanjian ini,memberikan indikasi adanya perubahan geopolitik di timur tengah dan membuktikan keunggulan strategi diplomasi pemerintahan Iran yang baru,dimana hal ini membuat Iran memiliki pengaruh legitimasi di Lebanon, Iraq, Syria dan negara-negara Teluk.Pengaruh iran terhadap Negara-negara di timur tengah  bukan hanya disebabkan oleh Iran sebagai Negara yang memiliki kestabilan politik dan keamanan di timur tengah namun juga dikarenakan Iran adalah salah satu anggota dari gerakan muqawama,yaitu jaringan anti rezim zionis Israel dan imperialism barat di timur tengah.

Dampak perjanjian ini bagi Palestina juga akan positif,seperti diketahui bahwa Iran secara terang-terangan membantu Palestina melawan rezim zionis Israel dengan memberikan bantuan yang secara signifikan membuat organisasi seperti hamas dapat bertahan dan dapat memenangkan perang terhadap agresi Israel di jalur Gaza.Begitupun dengan organisasi Hezbollah (saat ini bermarkas di libanon ) sendiri merupakan organisasi yang bukan hanya sekedar dekat dengan Iran namun mereka secara terang-terangan mengakui kesetiaannya pada system wilayatul Faqih yang kini berpusat di Iran.Selain itu kesediaan Iran berunding terkait program nuklir juga mengindikasikan peran Iran dalam mendorong solusi damai di Syria,dimana kedua Negara ini dikenal bersahabat akrab dengan satu tujuan menghapus imperialism barat dan ancaman rezim zionis Israel di timur tengah.Keakraban kedua Negara ini terlihat ketika organisasi Hezbollah memutuskan untuk membantu militer Syria menghadapi para pemberontak merebut kembali daerah-daerah dan kota-kota strategis yang sebelumnya telah dikuasai kelompok pemberontak.Juga ketika Iran yang memiliki hubungan baik dengan Rusia telah memaksa AS untuk mengurungkan niatnya menyerang Syria.
Kedekatan Iran dengan Iraq pasca ekspansi militer NATO dibawah kepemimpinan AS secara perlahan mulai terbina kedekatan hubungan.Sementara Uni Emirat Arab,Bahrain dan Qatar yang selama ini dikenal memiliki hubungan yang kurang harmonis dikarenakan masalah Syiah-Sunni maupun masalah-masalah politik yang menempatkan Iran sebagai ancaman,secara formal mengapresiasikan hasil kesepakan di Jenewa,Swiss.Bahkan Bahrain dan Qatar terlihat ingin memperbaiki hubungan dengan iran,Iraq dan Syria.Pemerintah Turki pun tampaknya telah membaca arah yang tidak menguntungkan sebagai dampak dari perjanjian ini yang dikarenakan kemampuan Iran mempengaruhi arah transformasi di timur tengah,begitupun dengan Arab Saudi yang selama ini bersikap sama seperti Israel terhadap Iran dikarenakan merasa posisi Arab Saudi yang  strategis dan menjadi poros timur tengah mulai tergeser secara signifikan.

Namun negara di timur tengah yang merasa paling dirugikan dari perjanjian ini adalah Israel.Israel merasa terpojokan diantara Negara-negara dikawasan timur tengah dikarenakan Israel  sadar bahwa Iran adalah musuh utama yang  mengancam kepentingannya.Selain itu dengan disepakatinya perjanjian nuklir iran,maka secara praktis Israel lah yang kini tersisa sebagai Negara pemilik senjata kimia terbesar di timur tengah dan hal ini akan membentuk opini dunia bahwa Israel adalah ancaman bagi dunia terutama dikawasan timur tengah.Kekhawatiran pemerintah Israel terkait perjanjian ini terlihat dalam pidato perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu pada sidang tahunan Majelis Umum PBB 2013 yang hanya menjadikan Iran dengan program nuklirnya sebagai subjek bahasan.Bahkan terlihat kepanikan dari Netanyahu yang menurut salah satu media bahwa perdana menteri Israel itu telah menyebutkan nama Rohani (presiden Iran) sebanyak 23 kali.Hal ini dikarenakan Iran adalah satu-satunya Negara di timur tengah yang memiliki kemampuan secara nyata dalam mengancam eksistensi,posisi,dan pengaruh Israel dalam mengontrol dinamika politik dan keamanan di timur tengah.

Kondisi politik dalam negeri di Israel pun saat ini mengalami keadaan yang perpecahan yang dilematis,dimana menurut mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert bahwa kebijakan public Perdana Menteri Benyamin Netanyahu terkait aliansi dengan AS tidak berjalan sesuai rencana karena AS yang menyetujui perjanjian nuklir Iran benar-benar sesat dan tidak bijaksana,ia juga menyatakan perang terhadap AS. Selain itu juga Olmert menuding bahwa Netanyahu telah menghabiskan anggaran pertahanan militer Israel yang dipersiapkan untuk perang yang tidak diperlukan.Komentar dari Olmert ini di tanggapi dengan keras oleh Netanyahu yang mengatakan bahwa dia tidak hanya akan diam ketika kepentingan vital bagi warga Israel terancam.Kondisi ini tentunya semakin menambah masalah pemerintahan Israel.



Bagi AS dan Uni Eropa

Dampak perjanjian nuklir Iran bagi AS sendiri selain membuat hubungannya dengan Israel menjadi renggang dikarenakan Israel merasa aliansinya dengan AS yang selama ini membelanya patut dipertanyakan.Namun menurut Menteri Luar Negeri AS, John Kerry bahwa dengan disepakatinya perjanjian nuklir Iran,kesepakatan ini justru akan membuat dunia menjadi damai termasuk Israel.
Para pemimpin Uni Eropa juga mengapresi  kesepakatan nuklir Iran yang menurut mereka merupakan terobosan besar bagi kestabilan dan keamanan global.Menurut Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso, "Sekarang penting bahwa semua pihak terus bekerjasama dalam semangat konstruktif dalam pelaksanaan kesepakatan itu sehingga jaminan jelas dapat diberikan kepada masyarakat internasional berkenaan dengan sifat sipil dan damai program nuklir Iran serta kerja sama penuh dengan IAEA," selain itu menurut Herman Van Rompuy (Presiden Dewan Eropa) bahwa ini merupakan langkah dan komitmen dan keberanian dari semua pihak yang akhirnya akan mengurangi ketegangan politik ,membangun kepercayaan dan mendukung peningkatan anti penyebaran senjata pemusnah masal.

Mengenai masalah kerugian atau dampak negative tergantung dari kepentingan Negara itu sendiri.Namun secara garis besar dampak perjanjian Nuklir Iran memberikan dampak yang positif bagi Negara-negara di dunia dimana akan menjamin perdamaian global.




Referensi :





Komentar

Postingan populer dari blog ini

“THE FOREST THAT REMEMBERED”

A story born from silence,about power that marries itself into stronger power,governments that trade family ties for influence,and the forests and creatures that pay the price.This is my reflection on how human ambition can drown elephants, displace tigers, and reshape entire landscapes.Because when power becomes a family business,nature becomes collateral damage.    Chapter 1: Origins of Power This chapter introduces the roots of strategic political marriages through the lens of International Relations theory. Using Realism, humans are portrayed like Panthera tigris (tiger), competing for dominance and survival. Chapter 2: Ego and Conflict Inspired by the user’s idea of human egoism, this chapter uses Liberalism to explore how cooperation often fails. Just like Elephas maximus (Asian elephant) fights for territory, humans struggle for influence. Chapter 3: Nature as Diplomacy Using scientific names such as Elaeis guineensis (oil palm) and Pongo abelii (Sumatran oran...

Biografi

Biografi Umar bin Khattab RA Umar Ibn Al Khathtab yang memiliki nama lengkap Umar bin Khathtab  adalah khalifah ke dua yang diangkat setelah kematian khalifah pertama Abu Bakar Ash Shiddiq RA. Umar berasal dari Kabilah bani ‘Adi ,salah satu suku cabang bani Quraisy dan merupakan salah satu kabillah yang cukup terpandang dan disegani. Ayahnya, al-Khattab bin Nufail bin Abdul-Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurt bin Razah bin Adi bin Ka'b. Adi ini saudara Murrah, kakek Nabi yang kedelapan. Ibunya, Hantamah binti Hasyim bin al Mugirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum.Umar lahir di Mekkah kira-kira pada tahun 577 Masehi dan wafat pada bulan Muharam tahun 24 Hijriah (644 Masehi)  akibat dari tikaman Abu Lu’lu’ah ketika beliau sedang menunaikan shalat subuh. Umar mulai memangku jabatan kepala negara dan kepala pemerintahan pada usia sekitar 57 tahun dan memerintah selama 10 tahun yaitu dari tahun 634 sampai dengan 644 Masehi atau dari tahun 13 sampai dengan 25 Hijriah.Um...

7 Instrumen Diplomasi

7 Instrumen Diplomasi    Sebagai alumni Hubungan Internasional meskipun pekerjaan saya saat ini tidak sepenuhnya berada di bidang yang sama saya merasa ilmu ini tetap sangat bermanfaat, terutama dalam hal komunikasi dan interaksi, baik di dunia kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, melalui tulisan ini saya ingin berbagi mengenai tujuh instrumen yang digunakan dalam praktik diplomasi. 1.     Soft Diplomacy/Soft Power      Pendekatan halus untuk mempengaruhi pihak lain melalui budaya,nilai,dan interaksi social. ·      Cultural Diplomacy - pertukaran budaya,seni,music,tarian,bahasa. ·        Gastonomy Diplomacy (Culinary Diplomacy) - mengundang makan,jamuan,menunjukan identitas Negara lewat makanan. ·         Education Diplomacy   -  Beasiswa,pertukaran pelajar. ·       Sport Diplomacy  -  Pertandingan olahraga bersama. ...