Langsung ke konten utama

The Art of Diplomacy


“Diplomat is an Honest Men who Sent Abroad to Lie for his Country! ”

Opini :
Penulis Rahayu Devita


Diplomat is an honest men who sent abroad to lie for his country! adalah sebuah argument tentang bagaimana seorang diplomat harus bersikap.Ada yang setuju dengan argument tersebut,namun ada juga yang tidak.Sebenarnya sah-sah saja,karena setiap orang pasti memiliki pendapatnya masing-masing.Namun jika dilihat secara realistis hal inilah yang sebenarnya terjadi saat ini,seorang diplomat ibarat  seorang presiden yang ada diluar negeri dan mana tugas utamanya adalah menyampaikan kepentingan negaranya dengan cara-cara diplomacy.

Berbohong dalam hal ini bukan berarti memutarbalikan fakta yang terjadi di negaranya,namun lebih kepada meyakinkan Negara lain bahwa negaranya baik-baik saja.Dengan kata lain ia mengucapkan kebenaran masalah yang sedang dihadapi negaranya dengan cara-cara yang halus yang mana nanti nya tidak akan merugikan negaranya sendiri (istilah harus pandai ngeles).Strategi yang digunakannya pun  adalah dengan cara mengalihkan focus,yaitu mengangkat atau menggunakan masalah yang terjadi pada Negara lain agar isu-isu yang terjadi di negaranya tidak di bicarakan lagi.

Selain itu,strategi yang digunakan juga dengan memberikan janji-janji atau jaminan kepada Negara lain,hal ini bukan berarti hanya cukup dengan memberikan janji,namun harus di imbangi dengan tanggung jawab yang besar dalam menepati janji-janji yang telah diucapkannya  tersebut dengan melaksanakannya secara perlahan namun pasti.Sebagai contoh,pemerintah Indonesia yang berusaha keras meyakinkan warga dunia untuk dapat berkunjung kembali di Bali pasca bom Bali pada tahun 2002 dan 2005.

Dengan usaha meyakinkan  warga dunia bahwa Bali saat ini telah aman,pemerintah Indonesia juga berjuang keras dalam penanggulangan teroris di Indonesia dengan memperketat keamanan Bali dan membentuk satuan densus 88.Hasilnya hingga saat ini bali kembali ramai dikunjungi wisatawan local maupun mancannegara dan dampaknya membuat semakin bertambahnya para turis setiap tahunnya.Bahkan baru-baru ini Bali didaulat sebagai tuan rumah perhelatan acara-acara bertaraf internasional seperti KTT APEC,KTT ASEAN dan Miss World yang berlangsung sukses.

Itulah mengapa dikatakan bahwa diplomasi adalah seni,dimana kelemahan tidak menjadi peluang untuk kehilangan.Dan seorang diplomat megetahui hal ini dengan baik,sehingga tujuan utama dari diplomacy negaranya dapat terlaksana sesuai dengan apa yang diinginkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“THE FOREST THAT REMEMBERED”

A story born from silence,about power that marries itself into stronger power,governments that trade family ties for influence,and the forests and creatures that pay the price.This is my reflection on how human ambition can drown elephants, displace tigers, and reshape entire landscapes.Because when power becomes a family business,nature becomes collateral damage.    Chapter 1: Origins of Power This chapter introduces the roots of strategic political marriages through the lens of International Relations theory. Using Realism, humans are portrayed like Panthera tigris (tiger), competing for dominance and survival. Chapter 2: Ego and Conflict Inspired by the user’s idea of human egoism, this chapter uses Liberalism to explore how cooperation often fails. Just like Elephas maximus (Asian elephant) fights for territory, humans struggle for influence. Chapter 3: Nature as Diplomacy Using scientific names such as Elaeis guineensis (oil palm) and Pongo abelii (Sumatran oran...

Biografi

Biografi Umar bin Khattab RA Umar Ibn Al Khathtab yang memiliki nama lengkap Umar bin Khathtab  adalah khalifah ke dua yang diangkat setelah kematian khalifah pertama Abu Bakar Ash Shiddiq RA. Umar berasal dari Kabilah bani ‘Adi ,salah satu suku cabang bani Quraisy dan merupakan salah satu kabillah yang cukup terpandang dan disegani. Ayahnya, al-Khattab bin Nufail bin Abdul-Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurt bin Razah bin Adi bin Ka'b. Adi ini saudara Murrah, kakek Nabi yang kedelapan. Ibunya, Hantamah binti Hasyim bin al Mugirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum.Umar lahir di Mekkah kira-kira pada tahun 577 Masehi dan wafat pada bulan Muharam tahun 24 Hijriah (644 Masehi)  akibat dari tikaman Abu Lu’lu’ah ketika beliau sedang menunaikan shalat subuh. Umar mulai memangku jabatan kepala negara dan kepala pemerintahan pada usia sekitar 57 tahun dan memerintah selama 10 tahun yaitu dari tahun 634 sampai dengan 644 Masehi atau dari tahun 13 sampai dengan 25 Hijriah.Um...

7 Instrumen Diplomasi

7 Instrumen Diplomasi    Sebagai alumni Hubungan Internasional meskipun pekerjaan saya saat ini tidak sepenuhnya berada di bidang yang sama saya merasa ilmu ini tetap sangat bermanfaat, terutama dalam hal komunikasi dan interaksi, baik di dunia kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, melalui tulisan ini saya ingin berbagi mengenai tujuh instrumen yang digunakan dalam praktik diplomasi. 1.     Soft Diplomacy/Soft Power      Pendekatan halus untuk mempengaruhi pihak lain melalui budaya,nilai,dan interaksi social. ·      Cultural Diplomacy - pertukaran budaya,seni,music,tarian,bahasa. ·        Gastonomy Diplomacy (Culinary Diplomacy) - mengundang makan,jamuan,menunjukan identitas Negara lewat makanan. ·         Education Diplomacy   -  Beasiswa,pertukaran pelajar. ·       Sport Diplomacy  -  Pertandingan olahraga bersama. ...