Langsung ke konten utama

Sejarah Singkat Perkembangan Filsafat


Sejarah Singkat Perkembangan Filsafat

 

Banyak orang yang beranggapan bahwa Filsafat adalah sebuah cabang ilmu yang sangat sulit dipelajari atau bahkan membosankan.kali ini saya akan sedikit membahas mengenai sejarah singkat ilmu filsafat.

Informasi dari tulisan ini saya dapatkan dari materi yang diberikan oleh Bapak Surwandono Msi dan Bapak M.Zuhrul A. pada pertemuan pertama disemester 1.

Sebagai seorang mahasiswa baru yang sebelumnya tidak pernah mempelajari tentang filsafat sebelumnya tentu akan merasa sedikit aneh dan juga memusingkan mengenai kajian-kajian filsafat yang begitu tinggi (menurut saya).Ilmu Filsafat membuat kita lebih banyak menggunakan akal pikiran kita,adanya sebab akibat dan media untuk mempelajarinya adalah menggunakan imajinasi kita sendiri.

Secara umum manusia memiliki 3 potensi yang akan berdampak pada beberapa hal,yaitu:

1.      Akal à Ilmu

2.      Rasa à Seni

3.      Hati à Agama/wahyu





Sebenarnya apa sih filsafat itu? Kata filsafat sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu “philein” yang berarti cinta dan “sophos” yang artinya kebijaksanaan,jadi jika dikaitkan filsafat berarti cinta kebijaksanaan. Ilmu Filsaf menjadi sebuah cabang ilmu yang berdampak pada timbulnya ilmu pengetahuan yang mengutamakan rasionalitas dan empiris(dibuktikan secara objectivity).

Mengapa ilmu filsafat itu bisa ada? Filsafat muncul karena rasa keingintahuan yang begitu besar akan suatu hal.Rata-rata orang mengangap beberapa kejadian atau asal mula sesuatu itu adalah hal yang biasa,namun bagi seorang filosof,hal yang dianggap biasa itu sebenarnya tak biasa, mereka memiliki berbagai macam pertanyaan yang bahkan kebanyakan orang berpikir kalau itu.  tidak masuk akal. Descartes  seorang filsuf ternama dari Paris  dengan  istilah Cogito Ergo Sum” (Aku Berfikir Maka Aku Ada),,istilah tersebut begitu dikenal oleh para Filsuf  Yunani,ada juga istilah bahwa “orang yang terisolasi akan frustasi dan dia akan berfikir”.

Rata-rata jika kita bertanya pada orang awam tentang asal-usul filsafat mereka pasti akan mengatakan Yunani.Namun sebenarnya filsafat itu berasal dari Negeri tirai bambu (China).Ilmu Filsafat juga sangat berkembang di Persia (arab),namun saat ini filsafat yang masih tersisa adalah peninggalan filsafat yunani.

Alasan mengapa sampai saat ini hanya filsafat Yunani yang tersisisa dikarenakan ketika Persia ditaklukan oleh kaum Mangolia,pengetahuan-pengetahuan yang tertata rapi di Perpustakaan milik bangsa Persia dimusnahkan sehingga yang tersisa sekarang hanyalah peninggalan filsafat Yunani.

Berikut adalah skema perkembangan Filsafat didunia  dan Beberapa tokoh –tokoh dan ajaran/prinsip tentang Filsafat dari beberapa Negara :


1.      China

·         Lao Xing à Mengajarkan prinsip kasih sayang

·         Confusius à Sangat menghormati penguasa (menghasilkan komunisme)

·         Sang Yang à Negara yang baik adalah Negara yang kuat

 

2.      Yunani

·      Plato à Ide itu bersifat objektif (menghasilkan buku Politea)

·         Aristoteles à Matematis (ilmuan yang menyempurnakan karya Plato)

 

3.      Persia/Arab

·      A-Ghazali à harus seimbang antara rasionalitas dan wahyu


Pada era filsafat Yunani kuno I dan II (abad 6 SM sampai 6M) focus utamanya adalah tentang Komsmologis yaitu asal-usul alam semesta.Ketika zaman pertengahan (6 M-16 M) dianggap sebagai zaman kegelapan ilmu pengetahuan dikarenakan pada zaman pertengahan peran Gereja sangat besar dan segala sesuatu harus disesuaikan dengan ajaran (dogma) agama dan jika melanggar aturan tersebut akan mendapatkan hukuman, tak kerkecuali hukuman mati.

Kasus mengenai tindakan gereja tersebut yang sangat terkenal ialah tentang Galileo Galelea yang bersedia dihukum mati karena tetap teguh terhadap apa yang ia yakini.Zaman pertengahan juga disebut sebagai zaman keemasan Kristen,zaman ini kemudian tergantikan dengan era Renaisans.

Pada zaman Renaisans (14-16 M) peran gereja mulai terlepas secara perlahan dikarenakan mulai turunnya kepercayaan masyarakat eropa terhadap gereja dan agama,bahkan ada tanggapan dari Marciavelli seorang tokoh politik yang begitu terkenal,ia berargumen bahwa”jangan pernah mengindahkan etika agama Kristen”Dari perkembangan ilmu pengetahuan dari zaman Renaisans adalah dipisahkannya ilmu pengetahuan dan agama yang berdampak pada kemajuan filsafat barat  yang begitu pesat.

Ada 3 impact yang terjadi pada zaman Renaisans :

 

   1.   Materialisme à menghalalkan segala cara

   2.   Utilitarianisme à hanya dapat memuaskan sebagian golongan/kelompok saja

   3.   Sekularisme à memisahkan sikap-sikap keagamaan dengan kehidupan dunia

 

 

Ciri khas pada filsafat modern adalah “antroposentri” yakni memusatkan perhatian pada manusia.Perkembangan Filsafat pada era Modern (17-19) dimatangkan oleh gerakan afklarung yang berdampak :

1.Kekuasaan gereja jauh berkurang/terjadi reformasi terhadap gereja

2.Perkembangan ilmu pengetahuan begitu pesat


Waktu dan keadaan sangat berpengaruh terhadap filsafat karena selalu dilihat dari factor empiris dan realitas.Pandangan islam sendiri terhadap Filsafat bahwa Rasionalisme dan wahyu harus seimbang.Menurut Al-Ghazali jangan terlalu memusatkan ilmu pengetahuan ke dunia barat dan Islam harus menjadi bagian dalam aspek ilmu pengetahuan.

OK, itulah ilmu Filsafat yang di dapat Penulis di semester 1.Jujur pemahaman Filsuf sedikit lama untuk di fahami, Sangat bersyukur ilmu ini tetap dibawat seumur hidupmu. Semangatlah  untuk semua orang yang ingin memepelajari ilmu filsafat dan memberikan kebaikan kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“THE FOREST THAT REMEMBERED”

A story born from silence,about power that marries itself into stronger power,governments that trade family ties for influence,and the forests and creatures that pay the price.This is my reflection on how human ambition can drown elephants, displace tigers, and reshape entire landscapes.Because when power becomes a family business,nature becomes collateral damage.    Chapter 1: Origins of Power This chapter introduces the roots of strategic political marriages through the lens of International Relations theory. Using Realism, humans are portrayed like Panthera tigris (tiger), competing for dominance and survival. Chapter 2: Ego and Conflict Inspired by the user’s idea of human egoism, this chapter uses Liberalism to explore how cooperation often fails. Just like Elephas maximus (Asian elephant) fights for territory, humans struggle for influence. Chapter 3: Nature as Diplomacy Using scientific names such as Elaeis guineensis (oil palm) and Pongo abelii (Sumatran oran...

Biografi

Biografi Umar bin Khattab RA Umar Ibn Al Khathtab yang memiliki nama lengkap Umar bin Khathtab  adalah khalifah ke dua yang diangkat setelah kematian khalifah pertama Abu Bakar Ash Shiddiq RA. Umar berasal dari Kabilah bani ‘Adi ,salah satu suku cabang bani Quraisy dan merupakan salah satu kabillah yang cukup terpandang dan disegani. Ayahnya, al-Khattab bin Nufail bin Abdul-Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurt bin Razah bin Adi bin Ka'b. Adi ini saudara Murrah, kakek Nabi yang kedelapan. Ibunya, Hantamah binti Hasyim bin al Mugirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum.Umar lahir di Mekkah kira-kira pada tahun 577 Masehi dan wafat pada bulan Muharam tahun 24 Hijriah (644 Masehi)  akibat dari tikaman Abu Lu’lu’ah ketika beliau sedang menunaikan shalat subuh. Umar mulai memangku jabatan kepala negara dan kepala pemerintahan pada usia sekitar 57 tahun dan memerintah selama 10 tahun yaitu dari tahun 634 sampai dengan 644 Masehi atau dari tahun 13 sampai dengan 25 Hijriah.Um...

7 Instrumen Diplomasi

7 Instrumen Diplomasi    Sebagai alumni Hubungan Internasional meskipun pekerjaan saya saat ini tidak sepenuhnya berada di bidang yang sama saya merasa ilmu ini tetap sangat bermanfaat, terutama dalam hal komunikasi dan interaksi, baik di dunia kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, melalui tulisan ini saya ingin berbagi mengenai tujuh instrumen yang digunakan dalam praktik diplomasi. 1.     Soft Diplomacy/Soft Power      Pendekatan halus untuk mempengaruhi pihak lain melalui budaya,nilai,dan interaksi social. ·      Cultural Diplomacy - pertukaran budaya,seni,music,tarian,bahasa. ·        Gastonomy Diplomacy (Culinary Diplomacy) - mengundang makan,jamuan,menunjukan identitas Negara lewat makanan. ·         Education Diplomacy   -  Beasiswa,pertukaran pelajar. ·       Sport Diplomacy  -  Pertandingan olahraga bersama. ...